Skip to content

Posts tagged ‘pengungsi lintas batas’

Storybook for Children on COVID-19

This book was a project developed by the Inter-Agency Standing Committee Reference Group on Mental Health and Psychosocial Support in Emergency Settings (IASC MHPSS RG). The project was supported by global, regional and country based experts from Member Agencies of the IASC MHPSS RG, in addition to parents, caregivers, teachers and children in 104 countries. A global survey was distributed in Arabic, English, Italian, French and Spanish to assess children’s mental health and psychosocial needs during the COVID-19 outbreak.

The e-book can be downloaded, by clicking here: My Hero is You, how kids can fight COVID-19

A framework of topics to be addressed through the story was developed using the survey results. The book was shared through storytelling to children in several countries affected by COVID-19. Feedback from children, parents and caregivers was then used to review and update the story.

Over 1,700 children, parents, caregivers and teachers from around the world took the time to share with us how they were coping with the COVID-19 pandemic. A big thank you to these children, their parents, caregivers and teachers for completing our surveys and influencing this story. This is a story developed for and by children around the world.

This IASC MHPSS RG acknowledge Helen Patuck for writing the story script and illustrating this book.

©IASC, 2020. This publication was published under the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 IGO license (CC BY-NC-SA 3.0 IGO; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/3.0/igo). Under the terms of this license, you may reproduce, translate and adapt this Work for non-commercial purposes, provided the Work is appropriately cited.

Terminologi Pengungsi di Indonesia

[English Translation Below]

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai Konvensi tahun 1951 tentang Status Pengungsi (Konvensi Pengungsi), definisi Pengungsi adalah:

“Seseorang yang karena ketakutan (yang beralasan) akan dianiaya dikarenakan oleh ras, agama, kebangsaan, keanggotaan pada kelompok sosial tertentu atau karena pendapat politiknya dan berada di luar negaranya dan tidak dapat atau, karena kecemasan tersebut tidak mampu mengupayakan perlindungan dari negaranya atau mereka yang tidak memiliki kewarganegaraan dan berada di luar negara bekas tempat tinggalnya sebagai akibat dari alasan-alasan di atas, tidak dapat atau karena ketakutan tersebut, dia tidak dapat (tidak mau) kembali ke negaranya.” (Pasal 1A)

Read more

Refugees and Asylum Seekers in Indonesia

[English Translation Below]

Ada sekitar 13.000 pengungsi dan pencari suaka di Indonesia. Indonesia belum menjadi peserta Konvensi 1951 yang terkait dengan Keadaan Pengungsi (Konvensi Pengungsi) atau Protokol 1967. Para pengungsi dan pencari suaka (dan orang yang tidak bernegara) di Indonesia mengalami kesulitan untuk tinggal di negara ini. Mereka tidak mempunyai izin bekerja, dan tidak menerima bantuan sosial dari pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia memperbolehkan para pengungsi dan pencari suaka tersebut untuk tinggal di Indonesia selama mereka memiliki dokumen-dokumen pendaftaran dari Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa Komisaris Tinggi untuk Pengungsi (UNHCR). Read more