Skip to content

Siaran Pers: Bincang The In Between Sambut Hari Pengungsi Sedunia 2022

Jakarta – Hari Pengungsi Sedunia atau World Refugee Day tahun ini ditandai dengan berbagai kegiatan yang diinisiasi oleh jaringan masyarakat sipil pemerhati isu pengungsi luar negeri dan pencari suaka di Indonesia, yang diwakili oleh Perkumpulan SUAKA, JRS (Jesuit Refugee Service) Indonesia, dan Host International, termasuk menggelar acara diskusi publik yang bertajuk The In Between: Pengungsi, Pencari Suaka, & Masyarakat Merajut Inisiatif Bersama.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 11 Juni 2022 secara daring, merupakan satu dari rangkaian acara peringatan Hari Pengungsi Sedunia atau World Refugee Day 2022. Pemantik diskusi dari berbagai kalangan masyarakat sipil termasuk pengungsi ikut menyemarakkan diskusi ini. Mereka-mereka adalah Miss Face of Humanity 2022 Nadia Tjoa, Sarah Mulyaningsih yang adalah seorang warga desa Cisarua, Bogor sekaligus penggagas kegiatan bercocok tanam untuk pengungsi luar negeri,  kemudian founder Refuture Fikha Adelia, M. Akbar Anwari, seorang pengungsi asal Afghanistan yang mendirikan Kungfu Future Builder Club, serta Anis Gul Rezaie, pengungsi asal Afghanistan yang menjadi paralegal bagi sesama pengungsi dan pencari suaka. Hadir dalam diskusi publik kali ini diantaranya Ketua Perkumpulan SUAKA Atika Yuanita Paraswaty dan Romo Martinus Dam dari JRS Indonesia.

Sesi pertama diskusi diawali oleh penjelasan Sarah Mulyaningsih terkait program bercocok tanamnya di Cisarua. Sadar akan keterbatasan baik dari segi akses, legalitas, dan kesempatan yang dialami oleh pengungsi dan pencari suaka di Cisarua, Sarah tergerak empatinya untuk mengajak para pengungsi dan pencari suaka memanfaatkan lahan yang Sarah miliki untuk kemudian digunakan untuk bercocok tanam. Senada dengan pengalaman Sarah dalam mengambil peran untuk menciptakan lingkungan yang inklusif bagi pengungsi dan pencari suaka, Fikha Adelia juga membagikan pengalamannya bersama Refuture. Melalui Refuture Indonesia yang dibangun oleh Fikha bersama teman-temannya, ia mampu memberikan akses pendidikan untuk anak-anak pengungsi melalui beragam kegiatan kesenian. “Ketika di Refuture, saya menyadari banyak anak pengungsi memiliki talenta namun minim akan wadah untuk mereka menyalurkan talentanya” ujarnya.

Sementara sesi kedua diawali dengan paparan dari Akbar dan Anis sebagai perwakilan pengungsi yang tinggal di wilayah Cisarua, Bogor. Menurut paparannya, para pengungsi dan pencari suaka di Indonesia mengalami kesulitan mengakses hak dasarnya sebagai manusia sehingga mengalami kesulitan untuk bertahan hidup. Anis misalnya, ia membagikan pengalamannya menemani teman pengungsinya karena mengalami penolakan dari rumah sakit setempat akibat tidak adanya status legal yang dimiliki oleh Anis maupun temannya.

Nadia Tjoa, Miss Face of Humanity 2022, turut membagikan pengalamannya dalam mengikuti kegiatan kemanusiaan di Roshan Learning Center. Ajang pemilihan Miss Face Humanity 2022 di Toronto, Kanada juga ia manfaatkan sebagai kesempatan emas untuk menyuarakan isu kepengungsian Indonesia di kancah global. “Kalau masyarakat Indonesia mengetahui hal yang sebenarnya dialami oleh mereka, saya yakin isu pengungsi akan terarusutamakan” tutup Nadia di sesi tanya jawab.

Tema “The In Between” dipilih sebagai tema peringatan World Refugee Day 2022 bertujuan untuk menyoroti situasi pengungsi luar negeri dan pencari suaka selama masa tinggalnya di Indonesia dalam waktu yang tak pasti. Pengungsi dan pencari suaka tinggal dalam situasi “limbo” atau ketidakpastian dalam akses terhadap hak-hak dasar mereka sebagai manusia. Saat ini tercatat hampir 13.500 pengungsi dan pencari suaka masih terdampar di Indonesia menunggu proses penempatan di negara baru.

__

Perkumpulan SUAKA adalah organisasi masyarakat sipil yang beranggotakan individu maupun organisasi, yang bekerja untuk perlindungan dan pemajuan hak asasi manusia para pengungsi dan pencari suaka di Indonesia (www.suaka.or.id)

JRS Indonesia adalah lembaga kemanusiaan dengan misi menemani, melayani, dan membela hak pengungsi

HOST International adalah kelompok global dengan visi untuk membina kemanusiaan, harapan, dan martabat bagi orang-orang yang dalam perpindahan dan komunitas penerima mereka

Unduh versi PDF siaran pers ini

Untuk menonton rekaman Diskusi Publik The In Between: Pengungsi, Pencari Suaka, & Masyarakat Merajut Inisiatif Bersama klik disini

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s