Skip to content

Refugees and Asylum Seekers in Indonesia

[English Translation Below]

Ada sekitar 13.000 pengungsi dan pencari suaka di Indonesia. Indonesia belum menjadi peserta Konvensi 1951 yang terkait dengan Keadaan Pengungsi (Konvensi Pengungsi) atau Protokol 1967. Para pengungsi dan pencari suaka (dan orang yang tidak bernegara) di Indonesia mengalami kesulitan untuk tinggal di negara ini. Mereka tidak mempunyai izin bekerja, dan tidak menerima bantuan sosial dari pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia memperbolehkan para pengungsi dan pencari suaka tersebut untuk tinggal di Indonesia selama mereka memiliki dokumen-dokumen pendaftaran dari Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa Komisaris Tinggi untuk Pengungsi (UNHCR).

Istilah

Istilah ‘pengungsi’ dan ‘pencari suaka’ memiliki definisi legal dalam hukum internasional, tepatnya di dalam Hukum tentang Hubungan Internasional, dan juga di dalam Undang-Undang Dasar Indonesia. Seharusnya, tidak ada alasan untuk menyamaratakan semua imigran tanpa dokumen sebagai ‘ilegal’.

‘Pencari suaka’ adalah istilah yang biasanya digunakan untuk orang yang ingin mendaftarkan diri sebagai pengungsi di Kantor UNHCR, dengan menyatakan bahwa mereka membutuhkan perlindungan internasional atas alasan yang sesuai dalam Artikel 1A di Konvensi Pengungsi. Alasan tersebut termasuk penganiayaan oleh karena suku, agama, bangsa atau keanggotaan kelompok sosial atau politik. Pencari suaka harus melarikan diri dari tanah asli mereka oleh karena ketakutan pada penganaiyaan dan pelanggaraan hak asasi manusia, yaitu termasuk penyiksaan atau diskriminasi sistematis.

Pencari suaka bukanlah ‘imigran ilegal’ oleh karena mereka tidak memiliki paspor atau visa yang tepat. Banyak orang yang perlu membuat permohonan untuk status pengungsi, tetapi tidak memiliki atau bahkan belum berkesempatan mendapat dokumen tersebut. Misalnya, jika orang dilahirkan di tempat yang tidak bernegara, dengan suku yang tidak dikenal oleh pemerintah mereka, atau mereka pernah mengalami diskriminasi sistematis, ada kemungkinan mereka tidak akan mendapatkan surat kelahiran atau dokumen identifikasi, apalagi paspor atau visa. Ada juga penduduk yang termasuk dalam daftar hitam politik dan tidak bisa melarikan diri dari negara asli mereka menggunakan nama asli mereka. Setiap kasus yang ada berbeda, dan di Indonesia, Kantor UNHCR bertanggungjawab untuk menilai aplikasi status pengungsi oleh pencari suaka yang terdaftar. [sumber]

Tidak Bernegara

Ada orang yang dilihat sebagai ‘tidak bernegara’ menurut hukum internasional, karena mereka tidak diterima sebagai warga negara manapun. UNHCR memperhatikan bahwa meskipun orang tidak bernegara juga merupakan pengungsi, dua kategori ini mempunyai sifat legal yang berbeda. UNHCR menanggap kedua kelompok tersebut sebagai kelompok yang memerlukan perhatian khusus. [sumber] Meskipun Indonesia bukanlah peserta Konvensi 1954 tentang Status Orang Tidak Bernagara atau Konvensi 1961 tentang Pengurunan Jumlah Orang Tidak Bernegara, UNHCR di Indonesia bekerjasama dengan pemerintah Indonesia tentang isu-isu ini. [sumber]

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:
Sekretariat Suaka: suaka.secretariat@gmail.com

Pelajari lebih lanjut:


Refugees and Asylum Seekers in Indonesia

There are around 13,000 refugees and asylum seekers in Indonesia. Indonesia is not a party to the 1951 Convention relating to the Status of Refugees (Refugees Convention) or the 1967 Protocol. Asylum seekers and refugees (and stateless people) here face difficulties staying in the country.

Asylum seekers and refugees in Indonesia are not permitted to work and receive no social benefits from the Government of Indonesia. The Government of Indonesia allows them to stay here while they have current registration documents from the Office of the United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

Terminology

The words “refugee” and “asylum seeker” have legal definitions at international law as well as in the Law on Foreign Relations and the Indonesian Constitution. There is no excuse to generalize all undocumented immigrants as “illegal”.

“Asylum Seekers” is the term generally used for people who wish to make an application for refugee status to the Office of the UNHCR claiming that they need international protection on the grounds set out in Article 1A of the Refugees Convention. Those grounds include persecution for reasons of race, religion, nationality, membership of a particular social group or political opinion. People claiming asylum will have to flee their home countries because they are in fear of persecution and severe human rights violations, including torture or systematic discrimination.

Asylum seekers are not “illegal migrants” merely because they do not possess the correct passports and visas. Some people who may need to make an application for refugee status have never had papers or even the opportunity to obtain them. For example, if someone is born stateless or to an ethnic group that is not recognized by a state, where they have been systematically discriminated against, they may have been unable to get a birth certificate or any form of identification, let alone a passport or visas.

Others who may be on political watch lists may not be able to escape under their own names. Each case is different, and, in Indonesia, the UNHCR is responsible for assessing each claim for refugee status by registered asylum seekers. [source]

Statelessness

Some people may be “stateless” in accordance to international law because they are not considered as a national by any state. UNHCR notes that although stateless people may sometimes also be refugees, the two categories have separate legal characteristics. UNHCR considers both groups as persons of concern. [source]

While Indonesia is not a party to the 1954 Convention relating to the Status of Stateless Persons nor the 1961 Convention on the Reduction of Statelessness, UNHCR in Indonesia is working with the Government of Indonesia on this issue. [source]

For more information, contact:
Suaka Secretariat: suaka.secretariat@gmail.com

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s