Skip to content

Peluang Indonesia Menjadi Pemimpin Regional Dalam Perlindungan Pengungsi

[English version] 

Sebagai sebuah negara yang akan memilih presiden baru, Hari Pengungsi Sedunia membuka peluang bagi Indonesia untuk menampilkan masa depan kebijakan luar negeri yang signifikan: perlindungan regional terhadap pengungsi dan pencari suaka serta pencegahan perdagangan orang. Suaka, Jaringan Kerja Organisasi Masyarakat Sipil Indonesia untuk Perlindungan Hak-Hak Pengungsi mencatat bahwa agar kebijakan tentang ini efektif, harus ada pendekatan berbasis hak yang menempatkan soal perlindungan sebagai pokok diskusi.

Di Asia Tenggara, pertanyaan tentang perlindungan pengungsi menjadi alasan bagi keprihatinan yang mendalam terhadap persekusi kepada minoritas seperti Etnis Rohingya di Myanmar. Melirik agak jauh, krisis yang masih terus berlangsung di Suriah dan situasi yang berkembang di Irak hanyalah dua dari sekian banyak pemicu migrasi paksa yang berdampak pada kawasan.

Meskipun Indonesia bukanlah negara pihak dalam Konvensi PBB tentang Status Pengungsi (Konvensi Pengungsi), Indonesia telah meratifikasi instrumen Hak Asasi Manusia internasional dan regional, antara lain:

  •     Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR);
  •     Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya (ICESCR);
  •     Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan;
  •     Konvensi tentang Hak-Hak Anak;
  •     Konvensi tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas;
  •     Deklarasi HAM ASEAN.

Di kawasan, Indonesia adalah pemimpin dalam komitmen terhadap perjanjian dan piagam internasional ini, menempatkan Indonesia sebagai anggota yang tangguh dan terlibat aktif dalam komunitas global. Pemikiran inilah yang baru-baru ini dijabarkan dalam Pernyataan Bersama ASEAN pada Sesi ke-26 Dewan HAM PBB disampaikan oleh Triyono Wibowo, Perwakilan Tetap Republik Indonesia pada 10 Juni 2014 yang menyatakan:

“ASEAN sangat percaya bahwa semua Hak Asasi Manusia adalah universal, saling berkaitan, saling tergantung, saling mendukung, dan semua Hak Asasi Manusia harus dilaksanakan dalam cara yang adil dan setara, pada pijakan dan penitikberatan yang sama. ASEAN sebagai organisasi regional yang beragam juga percaya bahwa Hak Asasi Manusia yang universal mempertimbangkan konteks regional dan nasional tertentu, dengan menambahkan nilai untuk memajukan dan melindungi semua Hak Asasi Manusia. Hal itulah yang paling penting bagi komunitas internasional untuk menjunjung tinggi prinsip yang mulia ini dalam kerja mereka dalam pemajuan dan perlindungan Hak Asasi Manusia.”

Sekarang perusahaan multinasional semakin memperhatikan praktek-praktek sosial dan lingkungan yang lebih bertanggungjawab dikarenakan tuntutan konsumen. Pendekatan ini masuk akal dilihat dari sisi ekonomi dan politik.

Indonesia juga dapat berbangga hati karena memiliki kultur Hak Asasi Manusia yang kuat dan masyarakat sipil yang mantap yang telah berkembang dalam negara kita yang demokratis. Advokasi kita yang berkelanjutan dalam kesetaraan jender, kebebasan beragama, dan anti-korupsi menunjukkan niat rakyat Indonesia untuk mewujudkan masyarakat adil dan merata yang menghormati perdamaian dan kebebasan.

Tapi, demokrasi kita menggantungkan harapan sepenuhnya pada keamanan kawasan dan dunia sebagaimana terjadi pada kondisi dalam negeri kita. Untuk tetap melindungi Hak Asasi Manusia di Indonesia, kita sebagai bangsa harus mengadvokasi standar Hak Asasi Manusia yang lebih baik bersama-sama dengan mitra regional dan global kita. Hak Asasi Manusia harus dimulai dari negara kita sendiri. Namun juga penting untuk mendukung negara tetangga kita untuk menjamin bahwa perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan dapat merekah untuk semua.

Suaka memuji inisiatif Indonesia dalam menjamin perlindungan sebagaimana dinyatakan dalam Deklarasi Jakarta tahun 2013. Langkah selanjutnya bagi Indonesia untuk memimpin dalam hal ini adalah untuk menjamin perlindungan domestik terhadap pengungsi dan pencari suaka mengingat prinsip dan standar Hak Asasi Manusia. Deklarasi HAM ASEAN mengakui hak untuk mencari suaka dalam hubungannya dengan hukum di negara masing-masing, oleh karena itu menjadi penting bagi Indonesia untuk membentuk kerangka hukum domestik kita yang mengatur tentang pencari suaka dan pengungsi, baik melalui aksesi Konvensi Pengungsi Tahun 1951 atau penerbitan Keputusan Presiden sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri.

Hanya dengan cara demikian kita bisa mengambil sikap yang tegas untuk menjamin negara tetangga kita untuk mengikuti langkah yang kita ambil. Perlindungan yang lemah terhadap Hak Asasi manusia seperti yang terjadi di negara tetangga kita hanya akan menyebabkan ketidakstabilan yang berdampak pada kita di sini.

Merumuskan kebijakan tidak akan cukup untuk menghentikan menyebarnya gejolak tersebut. Tanpa menggunakan pendekatan berbasis hak, masalah keamanan perbatasan termasuk pencegahan kejahatan transnasional di kawasan tidak akan dapat ditangani secara tepat. Kenyataan menunjukkan bahwa migrasi paksa dialami oleh orang-orang yang tidak punya pilihan lain selain melarikan diri ke luar perbatasan negara untuk menyelamatkan nyawa mereka meskipun ada upaya luar biasa untuk menghentikan mereka.

Organisasi masyarakat sipil di Indonesia siap untuk mendukung kepemimpinan pemerintah Indonesia untuk memajukan Hak Asasi Manusia baik di dalam negeri dan di kawasan untuk memastikan perdamaian dan keamanan untuk semua.

 

Febionesta
Director of Jakarta Legal Aid Institute (LBH Jakarta)

Muhammad Hafiz
UN-OIC Advocacy Program Manager, Human Rights Working Group (HRWG)

Suaka – Indonesian Civil Society Network for Refugee Rights Protection
c/o HRWG, Human Rights Working Group
Jiwasraya Building Lobby Floor
Jl. R.P Soeroso No 41 Gondangdia, Menteng
Jakarta Pusat 10350, Indonesia
Suaka.Secretariat@gmail.com | suaka.or.id

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: